Setelah sekian lamaaaaaaaaaaa............... akhirnya menulis blog kembali.
Terakhir kali aku menulis pada tahun 2012 dan sekarang sudah tahun 2016, time is runing very fast. Terlalu banyak hal yang ingin aku tulis, sampai-sampai bingung ingin ku tulis mulai dari yang mana.
Tahun 2012, ketika itu aku masih duduk di bangku SMA,tempat dimana masa-masa yang paling indah itu ada. Awalnya aku tak percaya ketika semua orang yang usianya lebih tua dariku selalu berkata bahwa masa SMA adalah masa yang paling indah dan jangan pernah disia-siakan. Hal itu baru kupercaya, ketika aku sudah meninggalkan baju putih abu-abuku. Ternyata memang benar masa yang paling indah, memiliki tugas yang tidak terlalu banyak dan masih manusiawi, tidak seperti kuliah... Yah kuliah! Aku merindukan teman-teman SMAku, sungguh. Berpisah kota, berpisah kampus, berpisah dalam segala hal. Aku yang memutuskan untuk pergi dari kota kelahiranku, pergi demi masa depan, pergi dengan rasa yang sungguh berat untuk meninggalkan keluarga dan menjadi sebatang kara di tanah perantauan, tanpa keluarga. Ternyata menjadi perantau bukan hal yang mudah, percayalah!
Mari ku mulai dengan kisah cinta...
Aku mulai menyukainya pada tahun 2010, dan aku mengakhirinya tahun 2015. Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk mempertahankan seseorang yang selalu saja mengabaikanmu. Mungkin tidak sedikit orang yang selalu mengingatkan untuk melepaskannya, tapi hal itu sangat susah. Its so hard to leave him in my story of life. Aku bertahan tetapi dia tidak bertahan. Aku menyukai tetapi dia tidak menyukai. Aku selalu menghubungi tetapi dia tidak pernah menghubungi. Aku memikirkan tetapi dia tidak pernah memikirkan. Aku mendoakan tetapi sepertinya dia tidak pernah mendoakan. Lalu mengapa aku bertahan? Kebodohan macam apa yang sedang aku buat. Sesuatu yang menyiksa diri sendiri tetapi tetap dipertahankan. Entahlah, tapi saat itu aku masih yakin bahwa suatu hari nanti dia akan menyukaiku. Pada tahun 2013, aku pergi meninggalkan tempat tinggalku, keluargaku, dan dia orang yang selalu menghampiri pikiranku. Pikirku, aku dapat melupakannya. Tapi pada kenyataannya sama sekali tidak, aku selalu memikirkannya. Pada tahun 2014, aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya. Sebelum aku menyatakannya, aku sudah berpikir beribu-ribu kali akan hal yang aku lakukan. Aku berdoa, dan meminta kepada Tuhan jika ada damai sejahtera dalam hatiku maka aku akan mengatakannya. Dan benar ada damai sejahtera, akupun mengungkapkannya. Dia hanya berkata bahwa dia minta maaf, dan jika aku pulang nanti dia ingin bertemu denganku. Dua hari kemudian setelah aku menyatakan perasaanku padanya, dia menghapus kontak BBMku. Aku baru mengetahuinya malam hari sebelum aku tidur. Mengapa? Hanya itu yang menjadi pertanyaanku. Bukankan dia bilang dia ingin menemuiku saat aku pulang nanti? Bagaimana caranya dia tahu bahwa aku pulang jika dia menghapus kontakku? Mengapa dia melakukan ini? Mengapa dia tidak menepati janji? Aku menangis semalaman. Besok hari ketika aku terbangun, kakiku lemas seolah tidak memiliki tenaga dan semangat untuk kuliah dan bahkan melanjutkan hidup. Mungkin ini terasa berlebihan, tapi memang benar ini yang aku rasakan sesungguhnya.
Semester itu berlalu, memasuki semester perkuliahan yang baru. Indeks prestasi kuliahku menurun secara drastis, dan lagi-lagi aku menangis. Ternyata aku lebih sedih ketika nilai kuliahku menurun daripada harus kehilangan orang yang seharusnya dari awal tidak untuk dipertahankan.
Aku bangkit, dan nilai kuliahku kembali naik. Sekarang aku mulai untuk tidak mengingatnya. Liburan tiba dan aku pulang, itu adalah akhir tahun 2015. Setiap kali aku pulang, sempat terpikir dia diiringi oleh indahnya jalan kotaku, dan kenanganku. And now, its new year. Welcome 2016!!! Waktu itu di bandara, aku diantar oleh kakak sepupuku dan tiba-tiba dia bercerita tentang dia yang sudah aku lupakan. Keluarganya mengalami kebangkrutan, dan masih banyak hal lain yang membuatku kaget dan tidak dapat aku tuliskan disini. Ternyata memang benar bahwa Tuhan itu baik, sehingga aku tidak bersama dengan orang yang salah, itu intinya. Sampai saat ini mungkin beberapa kali aku kembali memikirkannya, itupun saat-saat aku memang lagi sendiri dan tidak ada hal yang dilakukan. Tapi untuk kembali dengan perasaan yang sama seperti dulu, aku tidak mau melakukannya lagi. Aku memang masih sendiri saat ini, bukan karena aku belum bisa move on tetapi saat ini aku ingin mendapat seseorang yang benar-benar pasti dan dikehendaki oleh Tuhan. Being single is not wrong thing.
Yahhhh saat ini aku menjadi mahasiswi yang memasuki masa tingkat akhir kuliah. Fokusku hanya ingin cepat menyelesaikan kuliah ini dan lanjut kuliah Profesi lagi. "Belajar seumur hidup" adalah tujuan dari jurusan yang aku ambil dalam kuliah. Belajar bukan hanya hal akademis, tetapi belajar mencakup hal yang sangat luas. Belajar bersyukur, belajar untuk memaafkan, belajar untuk bangkit, belajar untuk menjadi lebih baik lagi, dan masih banyak belajar hal-hal yang lain.
Sungguh aku sudah memaafkannya, dan juga bersyukur karena dia sudah pernah singgah dalam cerita dihidupku. Kenapa harus mengutuki kalau bisa memberkati - Lukas 6:31, bible of God always make me strong! Kasih itu tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain - 1 Korintus 13:5.
Saat aku menulis ini, aku hanya ingin menulis apa yang pernah terjadi dalam kehidupanku yang nyata, tanpa rekayasa dan tanpa ditambah ataupun dikurangi. Pada saat tua nanti, aku ingin mengingat dan mengenang apa yang pernah terjadi. Memaafkan bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan memaafkan berarti melepaskan beban dan segala amarah yang pernah dialami. Bukan hal yang mudah tetapi ketika dilakukan terjadi pengurangan beban dan kelegaan yang tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata. Sekian, hari ini tentang kisah cinta. Lain kesempatan aku akan menulis hal yang berbeda, karena setiap orang mengalami pengalaman yang berbeda juga. Thank you and God bless you ^^
iciciciicieeeee
BalasHapus