In God nothing is impossible!

In God nothing is impossible!

Selasa, 12 April 2016

Ending of love.

Setelah sekian lamaaaaaaaaaaa............... akhirnya menulis blog kembali. 
Terakhir kali aku menulis pada tahun 2012 dan sekarang sudah tahun 2016, time is runing very fast. Terlalu banyak hal yang ingin aku tulis, sampai-sampai bingung ingin ku tulis mulai dari yang mana. 

Tahun 2012, ketika itu aku masih duduk di bangku SMA,tempat dimana masa-masa yang paling indah itu ada. Awalnya aku tak percaya ketika semua orang yang usianya lebih tua dariku selalu berkata bahwa masa SMA adalah masa yang paling indah dan jangan pernah disia-siakan. Hal itu baru kupercaya, ketika aku sudah meninggalkan baju putih abu-abuku. Ternyata memang benar masa yang paling indah, memiliki tugas yang tidak terlalu banyak dan masih manusiawi, tidak seperti kuliah... Yah kuliah! Aku merindukan teman-teman SMAku, sungguh. Berpisah kota, berpisah kampus, berpisah dalam segala hal. Aku yang memutuskan untuk pergi dari kota kelahiranku, pergi demi masa depan, pergi dengan rasa yang sungguh berat untuk meninggalkan keluarga dan menjadi sebatang kara di tanah perantauan, tanpa keluarga. Ternyata menjadi perantau bukan hal yang mudah, percayalah!

Mari ku mulai dengan kisah cinta...
Aku mulai menyukainya pada tahun 2010, dan aku mengakhirinya tahun 2015. Lima tahun bukan waktu yang singkat untuk mempertahankan seseorang yang selalu saja mengabaikanmu. Mungkin tidak sedikit orang yang selalu mengingatkan untuk melepaskannya, tapi hal itu sangat susah. Its so hard to leave him in my story of life. Aku bertahan tetapi dia tidak bertahan. Aku menyukai tetapi dia tidak menyukai. Aku selalu menghubungi tetapi dia tidak pernah menghubungi. Aku memikirkan tetapi dia tidak pernah memikirkan. Aku mendoakan tetapi sepertinya dia tidak pernah mendoakan. Lalu mengapa aku bertahan? Kebodohan macam apa yang sedang aku buat. Sesuatu yang menyiksa diri sendiri tetapi tetap dipertahankan. Entahlah, tapi saat itu aku masih yakin bahwa suatu hari nanti dia akan menyukaiku. Pada tahun 2013, aku pergi meninggalkan tempat tinggalku, keluargaku, dan dia orang yang selalu menghampiri pikiranku. Pikirku, aku dapat melupakannya. Tapi pada kenyataannya sama sekali tidak, aku selalu memikirkannya. Pada tahun 2014, aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya. Sebelum aku menyatakannya, aku sudah berpikir beribu-ribu kali akan hal yang aku lakukan. Aku berdoa, dan meminta kepada Tuhan jika ada damai sejahtera dalam hatiku maka aku akan mengatakannya. Dan benar ada damai sejahtera, akupun mengungkapkannya. Dia hanya berkata bahwa dia minta maaf, dan jika aku pulang nanti dia ingin bertemu denganku. Dua hari kemudian setelah aku menyatakan perasaanku padanya, dia menghapus kontak BBMku. Aku baru mengetahuinya malam hari sebelum aku tidur. Mengapa? Hanya itu yang menjadi pertanyaanku. Bukankan dia bilang dia ingin menemuiku saat aku pulang nanti? Bagaimana caranya dia tahu bahwa aku pulang jika dia menghapus kontakku? Mengapa dia melakukan ini? Mengapa dia tidak menepati janji? Aku menangis semalaman. Besok hari ketika aku terbangun, kakiku lemas seolah tidak memiliki tenaga dan semangat untuk kuliah dan bahkan melanjutkan hidup. Mungkin ini terasa berlebihan, tapi memang benar ini yang aku rasakan sesungguhnya.
Semester itu berlalu, memasuki semester perkuliahan yang baru. Indeks prestasi kuliahku menurun secara drastis, dan lagi-lagi aku menangis. Ternyata aku lebih sedih ketika nilai kuliahku menurun daripada harus kehilangan orang yang seharusnya dari awal tidak untuk dipertahankan.

Aku bangkit, dan nilai kuliahku kembali naik. Sekarang aku mulai untuk tidak mengingatnya. Liburan tiba dan aku pulang, itu adalah akhir tahun 2015. Setiap kali aku pulang, sempat terpikir dia diiringi oleh indahnya jalan kotaku, dan kenanganku. And now, its new year. Welcome 2016!!! Waktu itu di bandara, aku diantar oleh kakak sepupuku dan tiba-tiba dia bercerita tentang dia yang sudah aku lupakan. Keluarganya mengalami kebangkrutan, dan masih banyak hal lain yang membuatku kaget dan tidak dapat aku tuliskan disini. Ternyata memang benar bahwa Tuhan itu baik, sehingga aku tidak bersama dengan orang yang salah, itu intinya. Sampai saat ini mungkin beberapa kali aku kembali memikirkannya, itupun saat-saat aku memang lagi sendiri dan tidak ada hal yang dilakukan. Tapi untuk kembali dengan perasaan yang sama seperti dulu, aku tidak mau melakukannya lagi. Aku memang masih sendiri saat ini, bukan karena aku belum bisa move on tetapi saat ini aku ingin mendapat seseorang yang benar-benar pasti dan dikehendaki oleh Tuhan. Being single is not wrong thing.

Yahhhh saat ini aku menjadi mahasiswi yang memasuki masa tingkat akhir kuliah. Fokusku hanya ingin cepat menyelesaikan kuliah ini dan lanjut kuliah Profesi lagi. "Belajar seumur hidup" adalah tujuan dari jurusan yang aku ambil dalam kuliah. Belajar bukan hanya hal akademis, tetapi belajar mencakup hal yang sangat luas. Belajar bersyukur, belajar untuk memaafkan, belajar untuk bangkit, belajar untuk menjadi lebih baik lagi, dan masih banyak belajar hal-hal yang lain.

Sungguh aku sudah memaafkannya, dan juga bersyukur karena dia sudah pernah singgah dalam cerita dihidupku. Kenapa harus mengutuki kalau bisa memberkati - Lukas 6:31, bible of God always make me strong! Kasih itu tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain - 1 Korintus 13:5. 


Saat aku menulis ini, aku hanya ingin menulis apa yang pernah terjadi dalam kehidupanku yang nyata, tanpa rekayasa dan tanpa ditambah ataupun dikurangi. Pada saat tua nanti, aku ingin mengingat dan mengenang apa yang pernah terjadi. Memaafkan bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan memaafkan berarti melepaskan beban dan segala amarah yang pernah dialami. Bukan hal yang mudah tetapi ketika dilakukan terjadi pengurangan beban dan kelegaan yang tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata. Sekian, hari ini tentang kisah cinta.  Lain kesempatan aku akan menulis hal yang berbeda, karena setiap orang mengalami pengalaman yang berbeda juga. Thank you and God bless you ^^

Selasa, 12 Juni 2012

WHEN YOU FALL IN LOVE, YOU'LL DO ANYTHING FOR LOVE

Ada yg bertanya kenapa saya cinta bangett sama Yesus. Saya emang pantas mencintai Yesus. Kalo saya  nggak mau tau tentang Yesus, saya rasa saya manusia yang nggak pantas dikasihi Yesus. Kalo bukan karena kasih KaruniaNya, mungkin saat ini maut sudah membinasakan saya. Udah banyak kesalahan dan dosa yang saya lakukan, tapi pengampunan itu selalu ada buat saya.

Saya tidak pernah hidup berkekurangan, bahkan berkali-kali saya diselamatkan Tuhan dari bahaya, dan ribuan kebaikan Tuhan saya alami dalam hidup ini. Apakah saya pantas untuk tidak peduli dan tidak mau tau tentang Yesus?????

Kita punya alasan mengapa kita harus mengasihi Yesus. DarahNya tercurah di kayu salib bukanlah dongeng kekristenan belaka dengan tujuan menarik simpati manusia. Tetapi adalah bukti bahwa Ia mau mati untuk kita karena Dia begitu mengasihi kita. Jika kita mau menghitung semua kebaikanNya dalam hidup kita, kita pantas merasa malu karena kebaikanNya terlalu banyak diberikan untuk kita. Padahal sengaja atau nggak sengaja, kita sering menyakiti Dia, melupakan bahan tidak mengakui Dia.

Jgn pernah berpikiran negatif tentag Dia, karena memang betul Ia adalah Tuhan yang tidak bercela. Jika kita merasakan bahwa kegagalan atau penderitaan kita karena Dia, maka kita salah. Setiap kegagalan, setiap penderitaan, setiap masalah dalam hidup adalah gemblengan buat kita untuk terus maju dan pembelajaran bagi kita untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapai segala sesuatu.Ketika kita mencintai seseorang maka kita akan melakukan apapun untuk membuktikan bahwa kita mencintai dia. Demikian pula Yesus, karena Ia begitu mencintai kita maka Ia membuktikan betapa cintaNya buat kita dan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk kita.

1 Petrus 1:8 ”Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan”

Jesus bless :)
Pernahkah Saudara mendengar alat musik yang bunyinya gemrincing dan sering disebut tamborin atau rebana?

Dalam artikel ini saya akan membahas apa arti rebana dan mengapa bermain rebana.

Tamborin atau rebana adalah salah satu jenis alat musik dari banyak
alat musik yang ada di Alkitab yang digunakan untuk memuji Tuhan dan dimainkan ketika kita memuji dan menyembah Tuhan.

Tamborin bentuknya bundar dan memiliki selaput di salah satu
sisinya, selaput itu bisa berupa kulit binatang atau plastik
mengkilap yang disebut hologram. Bunyi tamborin dengan selaput
hologram lebih nyaring dari pada yang terbuat dari kulit binatang
atau plastik transparan. Pada sisi keras tempat kita memegang
tamborin terdapat 1 atau 2 gemerincing berwarna perak seperti warna sendok dan garpu. Ukuran tamborin bermacam-macam, ada yang disebut tamborin anak-anak dan tamborin dewasa. Bedanya dari diameter dan beratnya tentunya. Namun pembuatannya sama.

Setelah kita memiliki gambaran akan rupa tamborin, kita akan beralih
ke kegunaan tamborin dan mengapa kita bermain tamborin.
Apakah tamborin yang juga disebut rebana itu berkenan di hadapan
Tuhan?

Ayat-ayat dibawah ini memberi petunjuk akan apa guna dari rebana:

Kej. 31:27 Mengapa engkau lari diam-diam dan mengakali aku? Mengapa engkau tidak memberitahu kepadaku, supaya aku menghantarkan engkau dengan sukacita dan nyanyian dengan rebana dan kecapi?

Dalam ayat di atas bercerita tentang Laban yang sedang berbicara
kepada Yakub. Dalam hal ini, ia hendak menari-nari sambil
membunyikan tamorin atau rebana sebagai tanda sukacita.

Kel. 15:20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun,
mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan
mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.

Dalam ayat ini, penarinya adalah para perempuan yaitu Miryan dan
perempuan lainnya, mereka menari-nari dengan membunyikan rebana.

1Sam. 10:5 Sesudah itu engkau akan sampai ke Gibea Allah, tempat
kedudukan pasukan orang Filistin. Dan apabila engkau masuk kota,
engkau akan berjumpa di sana dengan serombongan nabi, yang turun dari bukit pengorbanan dengan gambus, rebana, suling dan kecapi di depan mereka; mereka sendiri akan kepenuhan seperti nabi.

2Sam. 6:5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan
TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus,
rebana, kelentung dan ceracap.

Mazmur 150:4 Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia
dengan permainan kecapi dan seruling!

Semua ayat yang di atas menandakan bahwa rebana dipakai untuk
mengiringi tarian dan tarian diiringi permainan
tamborin/tambourine.

Ada beberapa hal yang bisa kita ambil dari ayat-ayat tersebut
mengenai mengapa kita bermain tamborin:

1. Alat musik tamborin atau rebana adalah alat musik yang
diperintahkan oleh Tuhan untuk digunakan karena tertulis di dalam
Firman Tuhan.

2. Tamborin menandakan adanya suasana sukacita, kebahagiaan dan kemenangan.

3. Tamborin digunakan untuk memuji dan menyembah Tuhan, untuk menyatakan kebesaran-Nya.

4. Tamborin menandakan adanya sebuah perayaan. Maka dari itu,
tamborin dimainkan dalam ibadah raya untuk merayakan kemenangan atas iblis.

Ini adalah sebagian penjelasan dari apa arti dan tujuan
bermain tamborin dalam pelayanan. Semoga dapat lebih melayani
Tuhan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati apapun pelayanan Saudara.

Jesus bless you.

Nothing Impossible

Saya merasa bersyukur sekali diusia saya yang masih terbilang muda saya boleh terlibat didalam pekerjaan Tuhan yaitu dibidang tamborine. Saya merasa sangat diberkati oleh Tuhan. Jauh berbeda ketika saya belum hidup didalam Tuhan. Tapi kini adalah suatu anugrah terbesar saat Tuhan Yesus memanggil saya keluar dari kehidupan yang lama. Saya bersyukur sekali hari demi hari bahkan setiap waktu tangan-Nya tak pernah lepas dari kehidupan saya. Saya merasa saya amat sangat Dia kasihi. Ya walaupun saat kita menyerahkan diri sepenuhnya untuk melayani Dia, bukanlah suatu hal yang mudah. Saya mengalami banyak persoalan dalam hidup ini ketika saya memilih untuk menjadi pengikut Kristus. tapi setiap persoalan yang menghampiri kehidupan ini, saya percaya Tuhan tidak akan pernah tinggalkan saya sendiri. Disaat saya percaya, saya mempunyai kekuatan yang baru. Mungkin saat ini saya masih duduk dibangku SMA. Agak susah mengatur jadwal antara sekolah, belajar, dan pelayanan. Ya, ketika saya sedang melaksanakan ujian disekolah otomatis pelayanan saya harus dikorbankan. Akan tetapi bukan itu yang saya lakukan. Seharusnya saya pelayanan pagi sore, tapi saya berusaha untuk bisa pelayanan pagi dan sorenya saya belajar. Walaupun agak takut sih mengecewakan Tuhan karena nggak pelayanan, tapi saya percaya Dia Allah yang mengerti.

Satu hal yang saya harus beritahukan pada teman-teman semua yang membaca blog saya khususnya umat Kristiani sih. Jangan pernah jemu-jemu untuk melayani Tuhan, sebab apapun yang kita lakukan untuk Dia semua diperhitungkan dan ada upah yang tersedia bagi setiap kita yang taat dan setia. Ingat ya, apapun yang kita kerjakan semua akan berhasil saat kita mengandalkan Dia sepenuhnya. Dia tidak akan pernah mempermalukan setiap orang yang berharap padanya. Thanks ya :) Jesus bless you ^^